Lukman Nur Hakim

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
HANYA SEBUAH USAHA

HANYA SEBUAH USAHA

Usaha merupakan sunatullah yang di wajibkan kepada manusia, tidak ada hasil yang didapat tanpa diusahakan.
Yang didapat lewat usahapun, kadang kala tidak sesuai atau bahkan melenceng dari usaha. Usaha merupakan sebuah pilihan wajib sebagai makhluk, yang tidak memiliki kekuasaan apapun. Bahkan pada diri sendiripun tak berkuasa. Karena semua peristiwa yang terjadi di dunia tidak lepas dari campur tangan kekuasaan Sang Maha Pencipta.

Sekuat apapun yang dilakukan kita untuk terus membimbing peserta didik, agar menjadi anak yang pandai dan baik. Tidak bisa semua terwujud. Walaupun anak tersebut sudah dibekali berbagai macam pelatihan-pelatihan dan diberi tutor yang mempuni dibidangnya.

Sebuah keberhasilan usaha untuk mencetak peserta didik yang cerdas dan shalih. Tidak semua terfokus pada seorang pendidik. Kedudukan Kita (pendidik) hanya berusaha dan mendoakan saja. Allahlah yang menentukan, semuanya di kembalikan kepada Allah SWT. Namun jangan semua dikembalikan tanpa usaha. Itu namanya wayang terserah pak dalang yang mau memainkannya.

Sebuah perumpamaan pada diri penulis. Berapa kali aku mengikuti tes CPNS dan mengalami kegagalan. Walaupun akhirnya sukses juga. Begitu juga usaha- usaha yang dilakukan pendidik untuk peserta didiknya agar berangkat sekolah dengan rajin. Namun masih ada saja anak yang tidak berangkan sekolah, bahkan sampai keluar sekolah. Padahal pemberian bimbingan sudah sering diberikan.

Alhasil, aku sebagai Guru BK sering dianggap tidak mampu membimbing bahkan membiarkan siswa tidak berangkat sekolah. Kurang tegaslah, dan masih banyak kata-kata yang aku dapatkan. Tapi aku hanya diam, karena memang bimbingan yang aku berikan tidak langsung berubah saat itu. Perubahan prilaku ataupun sikap tidak bisa dilihat dari kehadiran semata, namun juga pada tataran pola fikir, sikap dan prilaku setelah mendapatkan bimbingan. Memang ada peserta didik yang diingatkan langsung berubah, ada juga berubah pada saat di depan bapak atau ibu guru saja, setelah itu kembali lagi pada prilaku aslinya.

Bimbingan yang aku berikan itu merupakan sebuah usaha, dan usaha itu juga proses dalam rangka menuju baik atau disiplin. Tidak ada sebuah usaha itu dianggap sia-sia belaka. Semua usaha ada manfaatnya. Baik akan didapatkan sekarang atau nanti. Semua tidak ada yang tahu, kecuali pemilik warna cabai, Allah SWT.

Usaha yang kita lakukanpun, belum tentu yang akan mendapatkan kita. Peserta didik yang kita asuh ataupun ajar kadang kala yang menikmati suami atau istrinya. Kita yang menjadi pendidikpun tidak pernah disebutkan oleh nya. Seperti " telur mata sapi". Padahal sapi tidak bertelur tapi mendapatkan istimemewa dari telur. Begitu juga orang tua yang membiayai sekolah anaknya. Semua hartanya habis tetapi yang menikmati bukan dirinya. Orang tua hanya merasa senang bila anaknya sukses walaupun secara langsung tidak mendapatkan honor dari anakknya, begitu juga para pendidik tidak beda jauh dari para orang tua yang melihat anaknya sukses.

Menulis dalam Gurusianapun, aku lakukan sebagi usaha, memperbaiki diri dalam kegiatan menulis. Ada yang membaca Alhamdulillah, apalagi mengomentarinya. Kalau enggak ada ya Alhamdulillah. Ini hanya sebuah usaha. Wasalam.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali