Lukman Nur Hakim

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
MENJADI ANAK ALIM DAN SALEH

MENJADI ANAK ALIM DAN SALEH

YANG NAMANYA ANAK
Oleh: Lukman Nur Hakim

Aku menyakini para pembaca sudah memahami makna anak yang sebenarnya, dan dipastilan sudah dapat mengasuh dan mendidik dengan baik. Namun tulisan ini baru ingin mengingatkan kembali tentang anak dalam persfektif Islam, yang di sampaikan oleh Guru kami Dr. Anwar Sutoyo, MPd.

Sebelum bicara anak, beliau menasehati untuk para calon Ibu maupun Bapak dulu, agar memiliki anak yang alim dan saleh. Hal ini dilakukan merujuk pada kedudukan manusia sebagai makhluk yang berusaha dan Tuhan yang menentukan.

Ikhtiar menuju anak alim dan saleh, ada beberapa hal yang harus diperhatikan; mulai dari memilih pasangan hidupnya, "bibit unggul," kemudian menikahlah sesuai aturan agama dan negara agar tidak dihukumi zina dan jelas pula hak warisnya.

Selanjutnya, selama proses kehamilan seyogyanya banyak mendekatkan diri kepada Allah dan memohon dikaruniai anak saleh. Adapun setelah anak lahir besarkan sebisa mungkin dengan ASI penuh kasih sayang dan keikhlasan, kemudian berilah makanan yang halal serta didapat dari yang halal pula.

Sedangkan dalam proses selanjutnya, bimbing dengan baik, biasakan berkata yang baik dan ajarilah Al-qur'an. Kerena Allah SWT memberikan pendengaran, penglihatan dan hati agar bisa belajar dan kelak menjadi anak alim dan saleh.

Adapun arti dari anak itu sendiri adalah sebagai berikut:

Pertama, Anak merupakan anugrah pemberian dari Allah, maka peliharalah dan didik dengan sebaik-baiknya. Karena banyak pasangan suami istri yang tidak diberi anak.

Kedua, Anak sebagai amanat, maka peliharalah, didik sebaik-baiknya, jangan khianati, ikhlas jika diminta. Mengingat beratnya tanggung jawab amanah tersebut gunung, langit dan bumi enggan menerima amanat tersebut.

Ketiga, Anak merupakan perhiasan maka didiklah dan biasakan beramal shalih agar dapat membanggakan dalam hidupnya dan selalu ingat Allah. Anak merupakan perhiasan yang membuat keluarga menjadi indah dan lebih menyenangkan. Namun perlu diingat perhiasan tersebut sifatnya sementara. Sehingga dalam merawat jangan sampai menghalangi ibadah kepada Allah SWT.

Keempat, anak terkadang menjadi musuh maka berhati-hatilah, jadilah orang tua yang mudah untuk memaafkan dan tidak suka memarahi, selanjutnya didiklah dengan benar dan sungguh-sungguh. Musuh dalam hal ini sebagai penghalang dalam melakuman peribadatan kepada Allah SWT. sebagaimana cerita Nabi Nuh AS.

Kelima, Cobaan atau fitnah. Maka hati-hatilah, karena terkadang menjadi penghalang dalam mentaati Allah Swt, padahal disini terdapat pahala yang besar. Fitnah juga kadangkala ditimpakan kepada manusia agar segera kembali kejalan Allah SWT.

Kelima, anak merupakan penerus keturunan dan tempat berlindung bagi orang tua, maka bekali anak dengan pendidikan agama, umum dan ketrampilan. Jangan tinggalkan anak dalam keadaan lemah. Upayakan mereka memiliki bekal hidup agar tidak meminta-minta. Biasakan dia berbuat baik kepada sesama dan orang tua. Tanamkan bahwa kehidupan bukan hanya disini saja, tetapi ada alam akherat yang lebih kekal dan doakan agar menjadi hamba yang alim dan shalih.

Mengingat kualitas manusia sebagian ditentukan oleh bahan dasarnya, yaitu orang tuanya. Maka ketika ingin memiliki anak yang alim dan saleh diperlukan bibit unggul yang subur dan mudah dikembangkan agar anaknya kelak mudah dibentuk dan mau melindungi orang tuanya kelak. Wallahu 'alam bishowab.

Dikutif dari buku " Agar Anak Menjadi Alim dan Saleh, Model bimbingan dan konseling perkembangan Islami."
BAB I Anak dalan perspektif Islam.
Karya Dr. Anwar Sutoyo dan Ulya Mahmudah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali