Lukman Nur Hakim

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

GURU YANG IKHLAS

DAHSYATNYA GURU YANG IKHLAS

Catatan mengaji sore hari ini di Masjid Agung Brebes, 9 Oktober 2019 bersama K.H Subhan Ma'mun Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes. Kitab yang dikaji adalah Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghozali. Kyai Subhan menjelaskan tentang nasehat dari Kyai Ma'mun, orang tua beliau tentang dahsyatnya mengajar dengan ikhlas.

Kyai Subhan menceritakan tentang sosok Kyai yang menjadi guru orang tuanya saat di pondok pesantren dulu. Seorang Kyai yang selalu ikhlas dalam mengajar sehingga membuat para santrinya cepat paham dan mengetahui apa maksud yang terkandung dalam kitab yang diajarkan, serta menjadikan ingatan hafalannya sangat kuat (bertahan lama).

Kyai Subhan pun mendapat amanat dari ayahnya, Kyai Makmun untuk menjadi seorang pengajar yang ikhlas sehingga akan membuat para santrinya mendapatkan kemudahan dari pelajaran yang didapatkannya, dan kemudahan menghafal serta memahaminya.

Saat Kyai Ma'mun masih menjadi santri, beliau pernah ngaji kepada seorang Kyai, yang saat itu belum ada pengeras suara seperti sekarang ini. Sehingga para santri yang ngaji, banyak tidak mendengar apa-apa yang disampaikan oleh pak kyai. Namun ketika selesai mengaji dan kembali ke kamar pondok, Kyai Ma'mun membuka kembali kitab yang dikajinya. Beliau dapat memahami isinya dan sering menjadi rujukan bagi teman-teman ngaji saat itu. Bahkan kadang Kyai Ma'mun mengulang pelajaran untuk teman teman ngajinya yang belum paham.

Satu lagi, sosok kyai iklas yang disampaikan Kyai Subhan adalah Kyai Rukyat Kaliwungu. Beliau merupakan salah satu kyai kaya yang memiliki toko mas. Namun beliau meninggalkan kekayaan yang dimilikinya dan mengabdikan diri untuk menjadi seorang pengajar.

Walaupun Kyai Rukyat kadang kalau ngaji, kurang begitu jelas dipahami oleh para santrinya. Namun ketika selesai ngaji, kemudian dibaca kembali, setelah sampai dipondok atau dipelajari kembali, menjadikan para santri memahami kandungan setiap bab yang dibacanya.

Tentang nasehat dan kisah kyai yang iklas dalam mengajar, yang membuat santri cepat memahami apa yang diajarkannya. Membuat Kyai Subhan berwasiat juga, kepada peserta yang ngaji di Masjid Agung Brebes, untuk menjadi orang yang ikhlas dalam mengajar. Karena iklas dalam mengajar akan memudah para pencari ilmu untuk menemukan pemahaman akan ilmu yang dipelajarinya.
Wallahu 'alam bishowab.

Lukman Nur Hakim
Peserta ngaji Ihya di Masjis Agung Brebes.




DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

search